Profesor Karl Heinz Brandenburg
adalah salah satu ilmuwan yang bekerja di institut Frauenhofer. Keterlibatannya
dalam bidang kompresi musik dimulai sejak tahun 1977. Pada awalnya, Profesor
Dieter Seitzer-lah yang memiliki gagasan untuk menciptakan suatu metode dalam
mentransfer musik melalui jalur telefon standar. Saat itu, idenya dianggap
sebagai suatu teroboson brilian. Namun demikian, ia menolak setiap tawaran dana
yang dating sebagai bantuan penelitian. Ia justru memutuskan untuk membentuk
suatu kelompok kerja tersendiri yang terdiri dari para ilmuwan dan teknisi
Frauenhofer yang memiliki minat terhadap topik semacam itu. minatnya Bradenburg
terhadap matematika, elektronik, dan gagasan-gagasan nyleneh menjadikan mereka
sebagai partner yang ideal.
Selanjutnya, penelitian mengenai kompresi file musik ini
dipimpin langsung oleh Bradenburg, dan dilakukan di Institut Frauenhofer,
divisi Integrated Circuits (Frauenhofer IIS), di Bavaria. Bradenburg kemudian
memutuskan untuk berkonsentrasi pada upaya pengompresian file lewat algoritma.
Hasilnya adalah algoritma MPEG-1 Layer 3 yang kemudian dipersingkat menjadi
MP3.
Kesuksesan MP3 dimulai pada 1998, ketika Winamp, sebuah mesin
pemutar MP3 yang dibuat oleh sepasang mahasiswa bernama Justin Frankel dan
Dmitry Boldyrev, ditawarkan secara cuma-cuma di internet. Dalam seketika,
penikmat musik di seluruh dunia terhubung dalam satu jaringan pusat bernama
MP3, dan saling menawarkan musikmusik yang memiliki hak cipta, secara gratis.
Sebelum terlalu lama, programmer lain pun
seperti tidak mau ketinggalan kereta. Mereka menciptakan berbagai perangkat
lunak pendukung untuk para pencinta MP3 (MP3 junkies). Encoder, ripper, dan player
terbaru dirilis setiap minggunya, dan pertumbuhannya bergerak semakin kencang.
Mesin-mesin pencari pun membuat proses pencarian file MP3 tertentu yang
dikehendaki menjadi semakin cepat. Selain itu, player portabel seperti Rio dan iPod membuat MP3 dapat dinikmati sambil berjalan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar